You are currently browsing the monthly archive for November 2009.
*posting abis dengerin pernyataan SBY yang bikin bingung*
setelah beberapa bulan terakhir SBY (saya belum yakin), akhirnya gue yakin untuk pindah rumah ke sini! mulai 1 desember, gue akan mulai nulis disana sampai seterusnya. main-main kesana yah! eiya, gue seneng loh kalo dapet backlink dari temen-temen…
sedikit bocoran, blog baru gue rada beda sama blog ini. gue share foto-foto dan video-video performance gue juga disana! pengennya sih bikin radio streaming juga, tapi ga ngerti caranya..
jadi kalo ada yang ngerti, kontak gue yah…
pada akhirnya, gue mau bilang banyak terima kasih untuk temen-temen yang udah main kesini, dan sedikit terima kasih untuk orang-orang yang bilang “numpang liat-liat blognya ya.. keren loh! keep posting ya mbak..”. kalo emang orang-orang itu beneran liat-liat blog gue, pasti dia tau gue bukan mbak-mbak! *curcol*
thanks semuanyaaa! ditunggu kunjungannya ke rumah baru gue yah..
*dan kini dimana-mana terdengar kata-kata SBY tidak tegas*
gue mau ngingetin lagi, jangan bosen-bosen yah… mulai 1 desember, gue pindah rumah ke sini! thanks udah baca dan komen tulisan-tulisan gue yang keren ini!
mau ngasi tau lagi *kapan postingnya sih sebenernya*, posting kali ini beda sama yang lainnya. gue ikutan lomba markplus conference supaya bisa dapet 1 tiket gratis di conference mereka desember nanti. so, gue akan pake bahasa indonesia baku yang baik dan benar dengan EYD (ejaan yang disempurnakan)… halah *sok pinter*
saatnya posting…
Dalam tulisan Sellaband: When Musicians Meets Their “Believers”, pakar pemasaran Indonesia Hermawan Kartajaya menjelaskan titik terang bagi musisi-musisi yang ingin menembus industri. Metodenya berbeda dengan metode konvensional yang saat ini masih dilakukan oleh sebagian besar musisi tanah air.
Beliau mengambil contoh dari situs Sellaband. Yang perlu dilakukan oleh musisi-musisi hanya bergabung ke situs ini, mengumpulkan dana disitu, lalu menjalani proses rekaman layaknya musisi profesional! Model bisnis situs ini memang unik. Situs ini melibatkan fans secara aktif untuk mendukung musisi yang digemarinya sejak proses rekaman.
Menurut pandangan saya, metode ini telah dibuktikan oleh beberapa artis yang saat ini dikenal luas. Sebutlah Marie Digby yang terkenal lewat YouTube dan Multiply. Apa yang ia lakukan? Ia membuat versi akustik lagu “Umbrella” yang dipopulerkan oleh Rihanna dan mendapatkan respon luar biasa di YouTube dan Multiply. Setelah namanya dikenal luas, lagu “Umbrella” versi Marie Digby ini pun dipakai menjadi lagu pembuka serial The Hills season 3, yang ditayangkan di MTV. Sampai saat ini, Marie Digby telah merilis tiga album yang didistribusikan di seluruh dunia.
Masih belum percaya dengan metode ini? Pernah mendengar Boys Avenue? Yang ia lakukan sama dengan yang dilakukan Marie Digby. Berawal dari Youtube, sekarang ia mempunyai satu album yang isinya aransemen ulang dari lagu-lagu yang telah populer di dunia!
Di era New Wave saat ini, semua orang memiliki medianya sendiri. Seseorang dapat menjadi terkenal dalam sehari dan menghilang esok harinya. Namun jika seseorang atau suatu brand memiliki karakter yang kuat, ia akan terus bertahan. Lihatlah Marie Digby dan Boys Avenue. Semoga sepak terjang mereka menginspirasi para pekerja seni tanah air!
sebelum masuk ke postingan, ada info yang sayang kalo dilewatin: mulai 1 desember, gue pindah rumah dan menetap di sini.. boleh banget loh kalo mau main!
jadi seperti yang temen-temen udah tau, minggu lalu gue bikin sayembara berhadiah kopdar sama gue dan gue traktir tusuk gigi! pertanyaannya itu “apa warna kemeja gue?” karena pertanyaan yang sebenernya gampang tapi susah ini, jawabannya pun beda-beda. ada yang bilang hijau muda, abu-abu, coklat, sampe merah!
jadi siapa pemenangnya? ini dia…

namanya zulhaq. dia nyebut dirinya bujang lapuk dan shinting! setelah ketemu dia, sebenernya dia ga shinting kok, cuma lapuk aja… *siap-siap dihajar* huaha..
dia tinggal di tengah hutan di mataram. ga heran dia semangat banget pengen dapet tusuk gigi! maklum distribusi tusuk gigi belom nyampe ke tengah hutan… *ampun zul huehe*
jadi kenapa dia bisa menang? sebenernya jawaban semuanya itu bener walaupun beda-beda. warna kemeja gue ini emang nyaru. jadi orang ngeliatnya juga beda-beda… so, semuanya berhak nagih tusuk gigi ke gue kalo ketemu nanti.
thanks semuanya yang udah ikutan kontes kopdar tusuk gigi ini!

untuk anda yang bisa menjawab pertanyaan ini dengan benar, anda layak dapat bintang!
gue pernah nanya pertanyaan ini di suatu social networking site dan dapet jawaban yang beda-beda. ada yang bilang krem, abu-abu muda, dan hijau. ada malah yang ga jawab warna, eh malah nulis gini…
“kok rambutnya berantakan? kayak anak ga keurus.”
eehhh buseett!! akhirnya gue bales “namanya juga seniman.” jelas jawaban gue bukannya ngelurusin topik, justru malah nerusin komen masalah rambut berantakan ini. dan komen berikutnya adalah…
“emang kalo seniman rambutnya harus berantakan ya? ga boleh rapi?”
dan gue timpalin dengan…
“supaya natural… rambut kan juga bagian dari ekspresi.”
hayaaahh… ga ada hubungannya sebenernya. emang gue abis naik ojek aja makanya berantakan. dan karena pertanyaan tentang warna kemeja gue ini ga terjawab, akhirnya gue tanya sodara gue…
“coba lo liat nih. warna kemeja gue ini apa? masa temen-temen gue pada ga tau!”
dan dia jawab dengan sangat amat yakin…
“ooohh ini mah merah!”
MERAAHHH??
kayaknya jawaban teryakin yang gue dapet justru jawaban yang terburuk. malah ga nyerempet sedikitpun sama warna nih baju.
jadi siapa yang ingin dapat bintang? buruan kasi tau jawabannya! jawaban yang bener akan mendapat hadiah menarik yaitu…
kopdar dengan gue dan gue traktir sepasang tusuk gigi!
mau?
beberapa hari yang lalu, gue parkir di sebuah mal yang cukup terkenal di jakarta. karena parkiran penuh, gue harus turun terus sampe P3 (basement ke 3). udara disana bener-bener panas dan sumpek. gila lah pokoknya! gue nanya ke tukang parkirnya…
T (tukang parkir) ; G (gue)
G: mas kerja di tempat sepanas dan sesumpek ini tahan yah?
T: ya ditahan-tahanin, mas. tiga hari pertama saya kerja disini, saya batuk darah.
G: (terdiam beberapa saat) terus udah bilang bosnya?
T: udah, tapi dia malah bilang “oh itu karena belom biasa. nanti lama-lama juga biasa.”
……


recent comments.