You are currently browsing the category archive for the ‘music’ category.

gue mau ngingetin lagi, jangan bosen-bosen yah… mulai 1 desember, gue pindah rumah ke sini! thanks udah baca dan komen tulisan-tulisan gue yang keren ini! :mrgreen:

mau ngasi tau lagi *kapan postingnya sih sebenernya*, posting kali ini beda sama yang lainnya. gue ikutan lomba markplus conference supaya bisa dapet 1 tiket gratis di conference mereka desember nanti. so, gue akan pake bahasa indonesia baku yang baik dan benar dengan EYD (ejaan yang disempurnakan)… halah *sok pinter* :lol:

saatnya posting…

Dalam tulisan Sellaband: When Musicians Meets Their “Believers”, pakar pemasaran Indonesia Hermawan Kartajaya menjelaskan titik terang bagi musisi-musisi yang ingin menembus industri. Metodenya berbeda dengan metode konvensional yang saat ini masih dilakukan oleh sebagian besar musisi tanah air.

Beliau mengambil contoh dari situs Sellaband. Yang perlu dilakukan oleh musisi-musisi hanya bergabung ke situs ini, mengumpulkan dana disitu, lalu menjalani proses rekaman layaknya musisi profesional! Model bisnis situs ini memang unik. Situs ini melibatkan fans secara aktif untuk mendukung musisi yang digemarinya sejak proses rekaman.

Menurut pandangan saya, metode ini telah dibuktikan oleh beberapa artis yang saat ini dikenal luas. Sebutlah Marie Digby yang terkenal lewat YouTube dan Multiply. Apa yang ia lakukan? Ia membuat versi akustik lagu “Umbrella” yang dipopulerkan oleh Rihanna dan mendapatkan respon luar biasa di YouTube dan Multiply. Setelah namanya dikenal luas, lagu “Umbrella” versi Marie Digby ini pun dipakai menjadi lagu pembuka serial The Hills season 3, yang ditayangkan di MTV. Sampai saat ini, Marie Digby telah merilis tiga album yang didistribusikan di seluruh dunia.

Masih belum percaya dengan metode ini? Pernah mendengar Boys Avenue? Yang ia lakukan sama dengan yang dilakukan Marie Digby. Berawal dari Youtube, sekarang ia mempunyai satu album yang isinya aransemen ulang dari lagu-lagu yang telah populer di dunia!

Di era New Wave saat ini, semua orang memiliki medianya sendiri. Seseorang dapat menjadi terkenal dalam sehari dan menghilang esok harinya. Namun jika seseorang atau suatu brand memiliki karakter yang kuat, ia akan terus bertahan. Lihatlah Marie Digby dan Boys Avenue. Semoga sepak terjang mereka menginspirasi para pekerja seni tanah air!

jadi singkat cerita (padahal belum mulai), gue kemarin dateng ke pesta blogger 2009 untuk pertama kali. acaranya lumayan seru lah, ketemu temen-temen yang udah kenal dan temen-temen yang selama ini kenal lewat blog aja!

begitu masuk ke hall tempat acara berlangsung, gue langsung duduk di paling belakang deket pintu keluar supaya bisa jadi orang pertama yang ngambil makan tanpa ngantri. dan ternyata ini ga ngaruh karena pas lunch break, gue harus nyanyi ngiringin mereka yang makan.

pesta blogger 2009.

picture taken by pitra.

gue nyanyi bareng sita, salah satu temen blogger. pas awal nyanyi, kira-kira baru 30 orang yang nonton persis di depan kita. tapi makin lama kita nyanyi, crowd juga makin rame dan histeris… kalo ditotal ya kira-kira ada sekitar 3749 orang lah! (lebay sok tau)

gue bawain beberapa lagu misalnya iris, across the universe, gravity, dll. tapi yang paling spesial ya “you give me something” yang gue nyanyiin khusus buat pacar gue (tsaahh).

kalo info tentang pesta bloggernya sendiri, kayaknya mendingan baca blog/tulisan lain karena seperti biasa… gue dateng telat… pas dateng, langsung ngerokok dan ketawa-ketawa sendiri. pas ada yang pidato, gue selalu tepuk tangan walaupun ga tau alesan tepuk tangannya. pokoknya kalo sebelah gue tepuk tangan, yah gue ikutan tepuk tangan. sebelah ketawa, ikutan ketawa. sebelah boker, ikutan boker (lama-lama kok jayus yah) :p

kesimpulannya adalah 1. main musik itu keren 2. ngerokok itu enak.

kemarin gue dapat surprise lagi! gue ditraktir nonton konser magenta orchestra yang bertema “dancing queen” oleh seorang wanita yang… uummm… ah sudahlah…

gue ga tau kenapa kalo acara-acara besar kayak festival, konser, sampe bazaar, gue sering banget ditraktir. sebenernya temen-temen itu senang main sama gue atau kasian sama gue, gue juga ga tau…

so, gue langsung meluncur ke istora senayan sekitar jam 6.30 malam naik taksi. pas lagi di jalan, seorang wanita yang… uummm… ah sudahlah… itu nelfon. emang dasar handphone huawei yang kerjaannya error mulu, suara dia ga kedengeran sama sekali. bukannya nelfon lagi, dia malah sms. emang dari tampang gue ga keliatan yah kalo gue ga punya pulsa :(

daripada bingung ketemuannya, akhirnya gue pinjem aja handphone pak supir taksi.

P (pak supir) ; G (gue)

P: lah mas ini mau nonton konser kan?

G: iya. kenapa pak?

P: kok bisa beli tiket tapi pulsa aja ga punya…

GLEEEKKK…

dalem hati sih gue bilang “pak nyetir aja yah! jangan menghina saya yang sudah terhina ini (halah)”

magenta orchestra dancing queen concert.

well, akhirnya gue sampe disana dan nonton konsernya. sebenernya musically konsernya keren, tapi agak ngebosenin mungkin karena nyusun rundown-nya kurang bagus, jadi kurang dinamis. (siapalah gue ini berani ngritik andi rianto… ngaca el)

semua penyanyinya tadinya bagus-bagus. tapi begitu agnes monica keluar…

DAAMMNN! she’s really a star…

itu baru keren banget! yang lain jadi terkesan biasa aja… yang bagus banget itu titi dj. but agnes… dia punya kelasnya sendiri!

kira-kira gitulah cerita dibalik dancing queen kemarin… *masih keinget kata-kata supir taksi*

P.S: wanita yang… uummm… ah sudahlah… itu adalah uummm… she’s my baby. so lovely.. :D

sebuah persimpangan terkadang membuat manusia berpikir ulang tentang beberapa hal. mungkin solusi untuk sebuah terobosan, mungkin juga mengkaji kembali pilihan-pilihan yang telah diambilnya. saat ini, saya berada dalam sebuah persimpangan dan mulai berpikir ulang tentang beberapa hal tersebut.

sejak awal, saya tahu bahwa saya terpanggil untuk menjadi seniman. ini bukan keputusan, bukan juga sebuah mimpi. hanya sebuah panggilan, sesuatu yang harus saya lakukan. saya tidak berpikir panjang tentang masa depan dan tantangannya. hanya mengandalkan naluri saja.

performing at kama sutra

saya mulai bermain dari kafe ke kafe dan event ke event selama beberapa tahun. sebutlah soho music cafe cilandak town square, kama sutra crown plaza, dan paris van java bandung. perjalanan saya membuka banyak kesempatan untuk kemajuan saya. bulan maret 2008, saya mendapatkan kesempatan untuk membuat sebuah album kompilasi bersama EMI Music Indonesia. nama albumnya adalah “Kompilasi Band Baru” yang dirilis Agustus 2008.

kompilasi band baru cover.

kontrak saya dengan EMI habis pada bulan februari 2009. semenjak saat itu, saya belum melakukan kemajuan berarti dalam perjalanan musik saya. saat ini, industri lebih memihak pada musik melayu. saya pun tidak ingin beralih genre menjadi melayu.

sempat terpikir untuk merubah haluan ke industri indie, tapi mungkin tidak jadi saya realisasikan. yang jelas saya terus berupaya karena inilah peran yang saya harus mainkan dalam hidup.

i consider myself a poet first and a musician second. i live like a poet and will die like a poet.” – Bob Dylan

keberadaan kita di dunia ditentukan oleh peran yang kita mainkan, kan? karena hidup hanyalah panggung sandiwara…

sekedar iseng namun mengharapkan hadiah yang besar. siapa tahu produser musik ternama melihat video ini dan terpikat.

jack the ripper sendiri adalah seorang pembunuh berantai yang hidup pada akhir 1800-an. saya mengambil nama itu karena menyukai sifatnya yang visioner. ada satu quote darinya yang sangat saya suka:

one day, men will look back and say that i give birth to 20th century.”

untuk video publik yang saya upload pertama kali, saya memilih lagu “no one” yang digabungkan dengan “most beautiful girl” karena kedua lagu ini akrab di telinga pendengar.

tunggu video-video jack the ripper berikutnya… *jiwa salesnya keluar* hehehe

akhir bulan juli sampai awal bulan agustus ini adalah waktu-waktu yang sangat exciting buat saya.  saya berkesempatan untuk menonton dua festival musik besar yang memang sangat ingin saya lihat: beatfest dan java rockin’ land.

sebulan sebelum dua festival tersebut dimulai, saya hanya berencana untuk melihat satu saja. pertimbangannya adalah masalah budget, karena menghabiskan 1 juta rupiah dalam sepuluh hari tentu bukan hal biasa buat saya. but life is unpredictable, isn’t it?

beatfest dimulai jam 7 malam di bengkel night park. saya berencana menghabiskan malam ditemani dua botol bir, sebungkus rokok, dan dvd-dvd yang berserakan di lemari. tiba-tiba jam 8.30 malam, saudara saya menelepon, “el, dateng kesini sekarang. gw punya free ticket buat lo!”. tanpa basa-basi, saya langsung berangkat ke venue.

phoenix at beatfest 2009.

foto diatas adalah foto yang saya ambil di beatfest saat menonton phoenix, band yang karya-karyanya saya dengarkan sepanjang hari. performance mereka malam itu bahkan masih terngiang di kepala saya sampai saat ini. so pumping and energetic!

festival lain yang saya datangi adalah java rockin’ land di pantai carnaval, ancol. mungkin hidup sedang berpihak kepada saya: saya dibayari lagi oleh seorang teman untuk datang kesana! memang ada beberapa syarat yang teman saya berikan, yaitu: saya diberikan 10 tiket, untuk saya 2 dan saya harus menjual 8 sisanya. tanpa pikir panjang, langsung saya setujui.

alhasil saat tiba disana, saya harus bersaing dengan para calo lain dalam menjual tiket. semua orang yang lewat, saya tawari tiket sambil berkata, “tiket murah, tiket murah.” kadang cara ini berhasil, kadang tidak. jika tidak berhasil dalam waktu lama, saya ganti kata-kata saya, “tiket mahal, tiket mahal.” anehnya ada saja orang yang malah bertanya, “tiket mahal?”. setelah diajak ngobrol, orang aneh itu langsung membeli tiket saya.

java rockin' land 2009

akhirnya setelah tiket habis terjual, saya masuk ke area festival. saya melihat beberapa performance disana, antara lain netral, drew, melee, dan vertical horizon. satu catatan tentang netral: saya sebenarnya bukan penggemar mereka, namun live performance mereka luar biasa. sehingga kini saya mulai menyukai mereka.

overall, festival tersebut luar biasa dan membuat saya berpikir “tidak sia-sia saya jadi calo…”

in the beginning, god separated the light from the dark. now i put them together. white|midnights

recent comments.

artja on kamu
venus on dibalik dancing queen.
sisihati on kamu
kiraitomy on kamu
ario saja on kamu

categories.

http://groups.google.com/group/kopdarjakarta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.