You are currently browsing the category archive for the ‘places’ category.
another story from my past trip.
sebenarnya tujuan utama dari perjalanan saya yang lalu adalah mengambil foto pre-wedding teman saya. namun bukan sebuah perjalanan jika tidak ada surprise yang terjadi.
saya dan teman-teman menginap selama dua malam di rumah seorang juara bartender bandung, yang bernama aip. biasanya kami sampai di rumahnya saat tengah malam dan terjaga sampai pagi untuk sekedar mengobrol dan main gitar.

namun pada malam kedua, kami meminta aip untuk mempertunjukkan keahliannya. pada awalnya, ia hanya juggling dengan satu botol. lima menit kemudian, ia juggling dengan dua botol. setelah lima belas menit berlalu, ia juggling dengan empat botol. pada aksi terakhirnya, ia memasukkan zippo lighter fluid ke dalam mulutnya lalu menyemburkannya bersama api yang ada di mulut botol.
ia bercerita bahwa saat ia juggling di bar, taruhannya adalah kepala orang. jika ia miss sekali saja, maka botol-botol minuman tersebut akan menghantam kepala-kepala yang ada dibawahnya. what a risky job!

last but not least, saya membawa pulang sebuah kenang-kenangan dari perjalanan saya kemarin: sebuah die-cast gitar gibson yang bertuliskan nama saya. lumayan untuk dipajang di kamar…
can’t hardly wait for another trip…

perjalanan kemarin menyadarkan saya bahwa tidak perlu ke negeri orang untuk mencari estetika ketika negeri sendiri berlimpah olehnya. sinar matahari yang membentuk garis dan membelah kumpulan awan; semuanya saya lihat kemarin.
ini bukan pertama kali saya mengunjunginya, namun ini adalah kali pertama saya memperhatikan. teman-teman saya pun tertipu ketika saya katakan foto-foto ini diambil di israel. mereka percaya begitu saja sampai akhirnya saya katakan bahwa foto-foto ini diambil di atlantis.

atlantis. sebuah negeri nan indah yang legendaris itu, konon memang pernah ada sebelum fenomena alam membenamkannya ke dasar lautan. hamparan tanah tersubur yang menjadi impian semua orang pada zamannya itu, tepat dilalui oleh garis khatulistiwa dan memiliki nama lain “nusantara”.
saya memang tergiur oleh keindahan yang dimiliki oleh negeri-negeri seberang. saya juga bertekad untuk menyaksikan langsung dengan mata kepala saya sendiri suatu hari nanti. namun hari ini, saya telah melihat atlantis. saya bahkan hidup di atlantis: suatu kesempatan yang tak semua orang dapatkan.
saya bahagia. saya diselimuti euforia. saya hidup di atlantis!
selalu menyenangkan saat kerabat dari luar negeri berkunjung ke jakarta. bertukar cerita dan pengalaman yang memperluas horizon terjadi hampir setiap hari. variasi cerita dan pengalaman pun membuat saya betah untuk terjaga sampai pagi, sekedar untuk mendengarkan.
baru-baru ini kerabat-kerabat saya dari belanda datang ke jakarta. kami sempat menghabiskan waktu di kota tua untuk minum beberapa botol bir, merokok, dan bertukar cerita. salah satu saudara saya pun diramal oleh seorang pembaca garis tangan disana. ramalannya pun, seperti dugaan saya, hanya seputar hal-hal yang general seperti “banyak orang baik sekaligus jahat dalam hidupmu saat ini” dan lain-lain. namun setidaknya itu merupakan pengalaman berkesan untuknya.

sebenarnya yang menarik buat saya adalah budaya berbeda dibalik cerita-cerita tersebut. ceritanya sendiri tidak begitu spesial karena saya rasa kita pun pernah mengalaminya. mengapa budayanya begitu menarik? karena kerabat saya ini berasal dari belanda, negara yang begitu bebas dan berani melegalkan ganja.
namun setelah mendengarkan cerita-ceritanya, saya berpikir bahwa banyak hal positif yang dimiliki indonesia dan tidak mereka miliki. sebutlah kerabat-kerabat saya disana sudah mengkonsumsi ganja sejak berusia 14 tahun. memang jika dilihat dari efek, ganja tidak berbahaya seperti alkohol. namun ganja pun memiliki efek jangka panjang yang buruk yaitu brain damage.
pada akhirnya, saya bersyukur menjadi orang yang berbudaya timur. terlepas dari isu terorisme dan fundamentalisme agama, saya rasa kita banyak memiliki keunggulan budaya dari bangsa lain.


recent comments.